Ahlan wasahlan di blog kamardy arief, semoga blog ini dapat menambah wawasan anda, berikan komentar anda untuk masukkan blog ini.

Thursday, June 14, 2012

Training ESQ "Character Building" Jilid 1


Shobahul Khair, akhirnya minggu ini bisa lagi kembali menulis. Tulisan saya kali ini akan membahas tentang training ESQ dan pertemuan BEM se-Jakarta di Menara 165 Granada Hall Room.  Oke kita mulai aja ceritanya, tanggal 2 juni 2012 yang lalu saya mendapat kiriman email dari sahabat saya, isinya undangan pertemuan BEM se-DKI Jakarta dengan tema tahun ini “Pelatihan Pendidikan dan Pengembangan Karakter sebagai Pemimpin masa depan”.  Mikirnya sih paling seminar seperti biasanya, tapi dibawahnya juga ditulis akan ada training dari ESQ, wah lumayan banget biasanya untuk bisa ikut training dari ESQ kita harus merogoh kocek yang cukup dalam, maklum namanya juga mahasiswa kalau ada yang gratis ngapain bayar. Hehehe. Akhirnya diputuskan deh untuk ikut, langsung deh ngurusin surat-surat yang harus di kirim lewat fax untuk registrasi.
Menjelang satu hari sebelum keberangkatan, ternyata ada yang kelupaan, Belum ngurus transportasi kesana :P. Setelah melobby pihak kemahasiswaan dan transportasi akhirnya dapet juga mobil yang akan mengantar kesana. Oke sekarang saatnya titip surat ijin gak kuliah selama 2 hari sama teman sekelas niatnya sih biar ga di alpain eh malah di alpain juga, yaudahlah nanti bisa diatur.



Total oranng yang berangkat kesana ada 6 orang, 3 orang dari Universitas trus 3 lagi dari Akademi Sekretaris (ASTRI). Semuanya disuruh kumpul jam 06.30, pikir saya paling pada ngaret dah datang jam 07.00 aja lah. Langsung kumpul ketempat yang emang udah dijanjiin tapi kok ga datang2 ya mobilnya?  Ya udah langsung aja deh tanya kebagian transportasi. Whaaats ??? Setelah ditanya ternyata mobil yang nganter kesana udah berangkat sama anak-anak ASTRI. Kesel juga, udah buat surat peminjaman transportasi sana sini eh malah ditinggal udah gitu gak kasih tau lewat sms atau telpon lagi. Antara kesel dan bingung, mau marah tapi bingung mau marah sama siapa. Di telpon tenyata mereka udah jauh hampir setengah perjalanan. Ya sudahlah kalau emang mereka udah berangkat kita tetap bisa berangkat naik motor pikir saya. Masih banyak jalan menuju Mekkah, eh salah masih banyak jalan menuju Menara 165. oke saatnya ambil peralatan, berangkat jam 07.30 ternyata sampai sana jam 8.45 lama juga ya, dan sampai disana acaranya juga belum dimulai, ternyata teman yang tadi udah berangkat duluan sms isi pesannya kaya gini “lagi dimana arief ?”, enak banget lagi tanyanya merasa gak bersalah banget udah ninggal. diantara perassan kesel karena udah ditinggal dan senang karena akhirnya sampai juga, dipikir-pikir ya sudahlah yang penting udah sampai, buat apa dipermasalahin lagi. Bukankah memaafkan itu lebih baik daripada harus menunggu orang yg bersalah meminta maaf.
“…dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.” (QS. An Nuur, 24:22)
“Allah tidak akan menambah kemaafan seseorang, melainkan dengan kemuliaan, dan tidaklah seseorang merendahkan dirinya karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.” (Hadits riyawat Bukhari dan Muslim)
Materi pertama disampaikan oleh Bapak Anies Baswedan, Ph.D (Rektor Universitas Paramadina) tentang “Pengembangan Karakter dan Kepribadian Mahasiswa”  kemudian dilanjutkan lagi oleh Bapak Prof. Dr. Fasli Djalal, dengan materi yang disampaikan “Pemimpin Muda yang Berkarakter”. Awalnya sih semangat untuk dengerinnya tapi lama kelamaan pada bosan juga dengerinnya. Habis materinya panjang banget hampir 2 jam lebih, akhirnya ada yang asyik ngobrol, ada yang asyik main handphone, ada juga yang asyik tidur.



Baru setelah makan siang acara diambil alih oleh para trainer dari ESQ, acara dirubah dari yang cuma dengerin materi dan tanya jawab aja dibuat jadi lebih interaktif dengan game, cerita, hadiah pokoknya seru abis deh. Seorang trainer muda namanya kak Ridwan Mukri S.Psi mengambil hati kita semua. Oya selain itu training kali ini unik banget, biasanya saya kalau training duduk dibangku kali ini semua mahasiswa duduk sila dikarpet dengan samping kita harus beda-beda dari kampus lain. Laki-laki dan perempuan harus dipisah ga boleh bersama dan ada jarak amannya. Materi kali ini yang dibawakannnya tentang Outer Journey yang berisi tentang perjalanan keluar mengenal alam semesta dan penciptanya Allah SWT.
Al-Quran menggambarkan penciptaan alam semesta dalam enam masa.  “Sesungguhnya Tuhan kamu adalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arasy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan diciptakanNya pula matahari, bulan, dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha suci Allah Tuhan semesta alam.”
Dalam surat Ali Imran ayat 191, Sang Khalik berfirman,'' (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): "Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.''
Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dan benarlah perkataan-Nya di waktu Dia mengatakan: "Jadilah, lalu terjadilah", dan di tangan-Nyalah segala kekuasaan di waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nampak. Dan Dialah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui. (QS Al-An'aam (Binatang ternak) ayat 73)
''Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?.'' (QS: AL Anbiyaa: 30)

Hari ini kami semua disadarkan dan dibuat takjub akan kebesaran Allah SWT yang Sang Maha Penguasa alam semesta, hari ini Iman kami kembali di changer. Betapa kecilnya kita saat kita lihat bumi dari luar angkasa, masih bisakah kita berlaku sombong ? menyakiti hati orang lain? Sungguh yang demikian itu hanyalah milik Allah, hanya Allah sajalah yang pantas untuk sombong. Diakhir materi kami diberi muhasabah untuk kembali kepada Allah. Luar biasa setelah acara ini hati terasa lega, nyaman tak terasa beban apapun semuanya rasanya plong. Inilah yang harusnya dijadikan dasar sebelum kita mempelajari lebih lanjut tentang Emotional Quotient



0 comments:

Post a Comment